Musica Champions Kudus berhasil kembali mempertahankan gelar juara
Djarum Superliga Badminton. Yakni di Djarum Superliga Badminton 2015,
Musica Champions kembali menyabet gelar juara usai menyudahi laga final
sore tadi, Minggu (1/2) menghadapi Djarum Kudus dengan keunggulan tipis
3-2.
Jonatan Christie merupakan pahlawan bagi Musica Champions di Djarum Superliga
Badminton kali ini. Dimana pertarungan kedua kalinya melawan Ihsan
Maulana Mustofa (Djarum Kudus) setelah dibabak penyisihan group lalu,
Jonatan kembali mampu menaklukan Ihsan dengan tiga game 14-21 21-11 dan
21-18.
“Ini merupakan pertama kalinya saya bermain di Djarum
Superliga. Tentunya saya senang bisa menjadi penentu kemenangan di
pertandingan penentu tadi, walaupun sebenarnya kaki saya terasa sakit di
pertandingan tadi, namun saya bisa memaksakannya dan bisa menjadi
penentu kemenangan bagi Musica Champions,” Ungkap Jonatan dengan raut
wajah gembira.
Dengan hasil ini, maka Musica Champions
berhasil memastikan gelar juara Djarum Superliga tiga kali beruntun
yakni pada tahun 2013, 2014 dan 2015 juga berhak untuk hadiah 50.000
dollar AS.
“Kunci kemenangan kami adalah selalu menjaga
kekompakan kebersamaan dan itu menjadi salah satu kelebihan dari tim
kami. Dan untuk makna dari kemenangan untuk ketiga kalinya ini, tak lain
hanya untuk memberikan motivasi bagi para atlet muda khususnya seperti
Jonatan,Fajar,Gideon dan yang lainnya,” Ungkap Effendi Widjaja selaku
tim manajer Musica Champions.
“Dan saya salut kepada
atlet-atlet yang membela tim kami yang selalu konsisten penampilannya,
terutama Jonatan yang mempunyai mental juara di usianya yang masih
muda. Karena dia sudah beberapa kali menjadi penentu kemenangan bagi
Musica, tentunya dengan hasil yang diberikan Jonatan, saya kira ia yang
paling banyak menerima bonus karena paling sering bermain dan menang,”
Tambah Effendi
Berikut hasil pertandingan final Musica Champions Kudus VS Djarum Kudus :
Simon Santoso (Musica Champions) VS Son Wan Ho (Djarum Kudus) 21-16 9-21 17-21
Lee Yong Dae/Fajar Alfian (Musica Champions) VS Mohammad Ahsan/Berry Angriawan (Djarum Kudus) 16-21 21-14 21-15
Lee Hyun Il (Musica Champions) VS Dionysius Hayom Rumbaka (Djarum Kudus) 21-10 21-7
Marcus Fernaldi Gideon/Wahyu Nayaka Arya P (Musica Champions) VS Kevin
Sanjaya Sukamuljo/Fran Kurniawan (Djarum Kudus) 17 -21 11-21
Jonatan Christie (Musica Champions) VS Ihsan Maulana Mustofa (Djarum Kudus) 14- 21 21-11 21-18.
Source: www.djarumbadminton.orgv
Musica Champion Pertahankan Gelar Juara
Result Final Men's Team Djarum Superliga 2015 (01/02)
[Men's Team-GOR Lila Bhuana - 1]
Musica Champion 3 vs 2 Djarum Kudus
Men's Singles 1
Simon Santoso vs Son Wan Ho
21-16 9-21 17-21 1:05
Men's Doubles 1
Lee Yong Dae/Fajar Alfian vs Mohammad Ahsan/Berry Berry Anggriawan
16-21 21-14 21-15 1:07
Men's Singles 2
Lee Hyun Ill vs Dionysius Hayom Rumbaka
21-10 21-7
Men's Doubles 2
Gideon Markus Fernaldi/Wahyu Nayaka vs Kevin Sanjaya Sukamuljo/Fran Kurniawan
17-21 11-21 0:36
Men's Singles 3
Jonatan Christie vs Ihsan Maulana Mustofa
14-21 21-11 21-18
Selamat untuk kemenangan Musica Champion untuk ketiga kalinya!
Source: www.tournamentsoftware.com
fajar idola baru
NEWS FLASH
Team Musica Champio berhasil menyamakan kedudukan
1-1 atas Djarum Kudus lewat ganda putranya Lee Yong Dae/Fajar Alfian
yang mengalahkan Mohammad Ahsan/Berry Berry Anggriawan
16-21 21-14 21-15 dalam tempo 1:07 menit.
jadi idola baru nih bakalnya Fajar Alfian,mainya ciamik banget tadi.
maunya sih tadi yongdae/fajar vs ahsan/kevin tapi ya sudahlah. untuk berry no coment !!!
(Djarum Superliga 2015) Wei Nan Antar Jaya Raya Jakarta Raih Posisi Tiga
“Saya merasa tampil sangat baik hari ini. Venue serta penonton juga sangat baik,” ujar Wei Nan.
Tommy Sugiarto membuka keunggulan Jaya Raya Jakarta setelah mengalahkan Sho Sasaki 21-12, 21-12. Pasangan Hendra Setiawan/Angga Pratama memperbesar keunggulan Jaya Raya Jakarta menjadi 2-0 setelah mengandaskan Noriyasu Hirata/Hirokatsu Hashimoto. Hendra/Angga menang 21-19, 21-18.
Pelatih tim Jaya Raya Jakarta, Wiempie Mahardi menjelaskan, bahwa timnya belajar dari pertandingan saat semifinal dua hari lalu.
“Kami belajar dari pertandingan semifinal kemarin, dan bertekad merebut posisi tiga. Hari ini para pemain tampil maksimal,” ujar Wiempi saat konferensi pers.
Di sisi lain, Harmono Yuwono, manajer tim Tonami Jepang mengatakan bahwa penampilan anak asuhnya hari ini terbilang kurang memuaskan karena pemain sudah kelelahan.
“Penampilan hari ini terbilang kurang maksimal dibanding sebelumnya. Karena para pemain sudah lelah juga dan motivasi kurang dibanding kemarin,” tuturnya.
Bagi tim Tonami Jepang sendiri, hasil tahun ini merupakan prestasi terbaik mereka sejauh ini di ajang Superliga. Tahun ini adalah kedua kalinya tim Tonami Jepang turut serta di ajang Superliga. Di tahun pertama keikutsertaan mereka, Tonami Jepang tidak berhasil lolos ke semifinal setelah menempati urutan kelima babak penyisihan Grup B.
“Target awal kami memang lolos ke semifinal. Secara keseluruhan penampilan tim sudah bagus dan maksimal,” tutupnya.
Source: Badmintonindonesia.org
"Djarum Superliga Badminton 2015] Vita: "Ini Mungkin Superliga Terakhir Saya"
Vita Marissa dikabarkan mengalami cedera usai babak penyisihan yang
dilakoni PB Djarum di grup D Djarum Superliga Badminton 2015. Ia pun
absen membela timnya di laga semifinal kemarin (30/1). Tetapi hari ini
(31/1) Vita bersama Rosyita Eka Putri Sari sukses mengantar klubnya
untuk berada di podium ketiga turnamen yang menggelontorkan hadiah total US$ 200ribu ini.
Di lima laga penyisihan Vita bermain satu kali bersama Shendy Puspa
Irawati dan bersama Rosyita di sisa laga penyisihan. Ia berhasil
menyumbang tiga kemenangan dan mengalami dua kekalahan.
"Cedera, tetapi kalau sudah di lapangan dan main ya sudah enjoy aja. Dan
saya tidak merasa terganggu selama di lapangan. Semalam saya ditanya
pelatih, saya siap atau tidak, ya saya harus selalu siap untuk membela
klub," ujar Vita.
Vita pun bercerita bahwa ia cukup puas dengan
hasil yang diraih klubnya di Djarum Superliga Badminton 2015. "Ya saya
cukup puas dengan hasil ini, bisa juara tiga sama junior-junior saya.
Dan mungkin ini Superliga terakhir saya, mungkin tahun depan duduk di
bangku pelatih," lanjutnya.
Ia pun menilai bahwa juniornya
mampu bersaing ditengah klub-klub lain yang diperkuat lebih banyak
pemain asing. "Anak-anak lebih konsisten di tahun ini dan mampu bersaing
bersama klub lain di superliga kali ini, dan ini sudah sinyal yang
bagus, bahwa kami masih bisa terus bersaing," pungkasnya.
Source: Pbdjarum.org
Result Semi Finals Djarum Badminton Superliga 2015Djarum Badminton Superliga 2015 (30/01)
[Men's Team]
Musica Champions vs Tonami Japan
Men's Singles 1
Simon Santoso vs Sho Sasaki
21-16 21-13 0:44
Men's Doubles 1
Lee Yong Dae/Fajar Alfian vs Noriyatsu Hirata/Hirokatsu Hashimoto
21-13 19-21 21-16 1:19
Men's Singles 2
Lee Hyun Il vs Riichi Takeshita
21-18 19-21 22-24 1:12
Men's Doubles 2
Marcus Fernaldi Gideon/Wahyu Nayaka Arya P vs Keigo Sonoda/Takeshi Kamura
23-21 17-21 14-21 0-1 1:05
Men's Singles 3
Jonatan Christie vs Tatsuya Watanabe
21-16 21-16 0:39
Source: Tournamentsoftware.com
(Djarum Superliga 2015) Djarum Kudus dan Hokuto Bank Jepang Memperebutkan Posisi Tiga
Tim Djarum Kudus dan Hokuto Bank Jepang akan saling berhadapan di
perebutan posisi tiga beregu putri Djarum Superliga 2015 hari Sabtu
(30/1). Pada ajang Superliga tahun lalu, Djarum Kudus tidak berhasil
lolos ke semifinal, sedangkan bagi Hokuto Bank Jepang, ini merupakan
pertama kalinya berpartisipasi di liga.
Di babak semifinal yang digelar Jumat (29/1), Djarum Kudus kalah tipis 2-3 dari Jaya Raya Jakarta. Sedangkan Hokuto Bank Jepang kalah dari Renesas Jepang 0-3.
Menanggapi kekalahan hari ini, Fung Permadi, Manajer Tim Djarum Kudus,
menuturkan bahwa ini adalah hasil maksimal yang bisa diraih timnya.
“Ini hasil maksimal melawan Jaya Raya. Untuk persiapan besok, strategi
tidak berubah. Vita dan Dinar kemungkinan tidak diturunkan karena
cedera. Sedangkan Melati, dari awal belum pernah turun bermain.
Harapannya bisa menang langsung 3-0,” ujar Fung.
Sementara
menurut David Pohan, pelatih tim Djarum Kudus, peluang menang masih
fifty-fifty. “Peluang masih fifty-fifty. Ambil poin dari tunggal pertama
dan kedua ganda,” ujar David.
Di sisi lain, manajer tim Hokuto
Bank Jepang, Nunung Subandoro, menyatakan ini merupakan pengalaman bagus
bagi timnya, bisa melawan enam tim berbeda di ajang Djarum Superliga
2015.
“Kami senang mendapat kesempatan melawan enam tim berbeda
di sini. Ini merupakan pertama kali bermain di liga dan kami turun
dengan pemain kami sendiri,” ujar Nunung.
Menghadapi pertandingan perebutan posisi 3 besok, Nunung menyatakan akan ada perubahan dari komposisi yang diturunkan hari ini.
“Saya rasa di nomor ganda besok akan ramai. Untuk single, sayang tadi
Nagata cedera, padahal kami membawa pemain dengan jumlah terbatas. Jadi
kemungkinan akan ada yang bermain rangkap besok,” tutupnya.
Perebutan peringkat ketiga akan berlangsung Sabtu (30/1) dimulai pukul
09.00 WITA. Sedangkan babak final beregu putri berlangsung jam 14.00
WITA disiarkan secara langsung oleh Kompas TV dan K Vision.
Source: Badmintonindonesia.org






