Jaya Raya Ingin Kawinkan Gelar
Target besar dipatok klub
bulutangkis elit nasional PB Jaya Raya Jakarta pada ajang Djarum
Superliga Badminton 2015, yang akan digelar di GOR Lila Bhuana,
Denpasar, Bali, 25 Januari – 1 Februari mendatang. Berambisi
meningkatkan prestasi dibanding tahun lalu, tahun ini Jaya Raya bertekad
kawinkan gelar juara beregu putra dan beregu putri.
Bicara
bekal, modal bagus sejatinya sudah dikantongi kubu Jaya Raya seusai
memenangi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) 2014, yang berformat beregu
campuran, pada pertengahan Desember tahun lalu. Artinya, secara fisik
dan mental, baik pemain putra maupun putri Jaya Raya sangat siap.
“Tahun lalu, tim putra kita kalah dari Musica di final dengan skor
tipis 2-3. Sedangkan di putri, kita menang 3-1 atas Unisys Jepang. Nah,
tahun ini, kita mau juara dua-duanya. Mudah-mudahan bisa terpenuhi,
setelah di Kejurnas 2014 tim kita bisa jadi juara,” ungkap Ketua Bidang
Prestasi PB Jaya Raya Jakarta Imelda Wiguna, Rabu (7/1).
Kendati
menggenggam status juara di Kejurnas 2014, menyoal tradisi di Superliga
Badminton, klub Jaya Raya tercatat belum punya rapor hijau pada kelompok
putra. Dari empat gelaran (2007, 2011, 2013 dan 2014), tak satu pun
titel kampiun tim putra menjadi milik Jaya Raya. Prestasi terbaik mereka
hanyalah sebatas runner-up saja.
Sebaliknya, tim putri Jaya Raya
justru berhasil mendominasi dua penyelenggaraan Superliga Badminton
terakhir. Kini, Jaya Raya sudah setara dengan klub SGS Elektrik Bandung,
yang pada 2007 dan 2009 juga sukses menjadi juara.
Tahun ini, di
atas kertas, peluang tim putri Jaya Raya memertahankan gelar sekaligus
mencetak three-peat (tiga kali juara beruntun, red) sangat terbuka. Tak
hanya memunyai ganda putri peraih medali emas Asian Games XVII Incheon
2014 Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari dan tunggal putri peraih
medali emas SEA Games XXVII Nay Pyi Taw 2013 Bellaetrix Manuputty,
absennya finalis tahun lalu, Unisys Jepang, diperkirakan akan memudahkan
jalan Jaya Raya menuju puncak.
Pada edisi Superliga Badminton
kelima, Jaya Raya dijadwalkan bersaing dengan lima klub lokal, Djarum
Kudus, Mutiara Cardinal Bandung, Suryanaga Surabaya, USM Blibli, dan
‘adik’ mereka, Jaya Raya New Star. Serta empat klub asing, Renesas
(Jepang), Hokuto Bank (Jepang), Gifu Tricky Panders (Jepang), dan
Granular (Thailand).
Sedangkan di bagian putra, Jaya Raya, yang
diperkuat ganda putra peraih medali emas Asian Games XVII Incheon 2014
Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, bakal mendapat tantangan dari juara
bertahan Musica Champion Kudus, Djarum Kudus, Jaya Raya Jakarta, Mutiara
Cardinal Bandung, Suryanaga Surabaya, Hi-Qua Wima Surabaya, dan USM
Blibli, pada sektor lokal. Lalu, Tonami (Jepang), Hitachi (Jepang), dan
Granular (Thailand), di sektor asing.
“Saya menilai
penyelenggaraan Superliga Badminton ini sangat bagus. Apalagi, kejuaraan
ini diikuti masing-masing 10 tim di sektor putra dan putri. Jumlah ini
tentu luar biasa. BWF juga akan belajar dari penyelenggaraan kejuaraan
ini. Saya berharap, semua pemain, baik dari Indonesia, maupun dari
negara-negara lain, dapat menikmati pertandingannya di sini,” kata
Presiden Badminton World Federation (BWF) Poul Erik Hoyer Larsen, yang
juga hadir di konferensi pers Djarum Superliga Badminton di Jakarta,
kemarin siang.
Source: Indopos.co.id, https://www.facebook.com/BadmintonNewsFlash
Jaya Raya's team
10.43 |
Langganan:
Posting Komentar (Atom)







0 komentar:
Posting Komentar